Selamat Malam Kawan Kawan,
Pantai Galesong Utara,
nama pantai yang hampir tak pernah menjadi fokus pembicaraan masyarakat di Kota Makassar, bahkan di Kabupaten Takalar sendiri yang
notabene adalah Kabupaten tempat di mana kawasan Pantai Galesong Utara berada.
Namun dalam satu
tahun terakhir ini, Pantai Galesong
Utara di Kabupaten Takalar atau yang lebih sering disingkat menjadi Pantai Galut, telah menjadi buah bibir
pembicara masyarakat, terutama bagi para pencinta dan penikmat wisata pantai.
Pantai Galesong Utara setelah menjalani proses make over akhirnya berubah menjadi Resort Wisata Pantai Galesong Utara, dan
menjadi salah satu destinasi resort wisata pantai yang terletak di Kabupaten
Takalar. Dan menjadi obyek wisata favorit bagi para penduduk yang berdomisili
di Kota Makassar dan Kabupaten Takalar, serta kabupaten-kabupaten sekitarnya,
seperti Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Maros serta kabupaten
lainnya.
Di atas lahan seluas
satu hektar lebih yang terletak di di Desa
Sampulungan Beru, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi
Selatan, Indonesia, dibangunlah sebuah tempat wisata pantai yang
menggabungkan konsep hotel dan resort serta outbond, menjadi Wisata Pantai Galesong Utara yang menyediakan
hampir semua fasilitas yang dibutuhkan oleh para pengunjungnya yang datang dari
berbagai daerah di Indonesia.
Kawasan Wisata Pantai Galesong Utara
ini dimiliki dan dibangun oleh seorang pengusaha di Makassar, yang juga
merupakan pemilik Supermarket Indomurah
yang terletak di Jalan Sultan Alauddin Makassar, yang juga pemilik Kebun Wisata Malino di jalan Poros
Malino kabupaten Gowa. Hotel-nya dibangun dengan arsitektur bergaya eropa, di
mana di sekeliling hotel banyak berdiri patung-patung bergaya eropa dalam
berbagai pose.
Demikian juga
interiornya, mulai dari Front Office,
hingga lobby yang terletak di Lantai I dan Lantai II, penuh dengan hiasan
lukisan-lukisan yang dibuat berdasarkan kisah-kisah yang ada dalam Al-Kitab, kitab suci agama
Kristen. Tetapi untuk yang beragama Islam,
jangan kuatir, karena disediakan tempat untuk sholat berupa Musholla di lantai tiga, atau kalau
mau sholat berjamaah dan sholat Jum’at
bisa menggunakan aula di Lantai I.
Saat saya berkunjung
ke Hotel yang terletak di dalam
kawasan Wisata Pantai Galesong Utara
Resort ini pada Jumar lalu (10
Mei 2013), saya merasa harga sewa kamar yang disediakan terlalu mahal, apalagi
dengan kondisi kamar yang pas-pasan. Ada Standar Room kapasita dua orang yang bisa dirubah menjadi
kapasitas empat orang, cukup dengan menarik extra bed yang terletak di bawah
tempat tidur. Kemudian ada Family
Room dengan kapasita empat orang, yang bisa dirubah menjadi delapan
orang.
Dalam kamar tersedia
AC yang cukup dingin, kemudian TV dengan saluran Televisi yang sangat kabur
gambarnya, semua frekuensi Televisi ternyata gambarnya sama-sama kabur. Didalam
kamar ada kamar mandi, dengan fasilitas shower untuk air biasa saja, sedangkan
air panas-nya ternyata tidak ada sama sekali. Dan fasilitas Wi-Fi ternyata tidak disediakan oleh
pengelola hotel.
Dengan harga Rp.390.000,- untuk standar room, dan Rp. 590.000,- untuk family room pada hari-hari biasa,
harga itu lumayan mahal, jauh melebihi biaya sewa kamar hotel berbintang di
Kota Makassar yang sudah memiliki fasilitas lebih bagus dan lebih lengkap. Dan
saat weekend, harga sewa kamarnya berubah dari Rp. 390.000,- menjadi Rp.
490.000. Dan yang harga sewanya Rp. 590.000,-,berubah menjadi Rp. 790.000,-…benar-benar
mahal sekali.
Hotel Wisata Pantai Galesong Utara ini memiliki
dua restoran, satu di Utara, dekat kolam renang, dan satu lagi di Selatan dekat
dengan lokasi Outbond. Dua-duanya bisa menampung hingga ratusan orang. Makanan
yang disajikan, cenderung agak asin bagi lidah saya. Namun saat breakfast, saya
menikmati Nasi Kuning-nya yang
betul-betul nikmat dan gurih, sehingga saya dengan sangat terpaksa harus
menambah dua kali Nasi Kuning-nya,
saking enaknya rasanya.
Selain itu terdapat juga kolam renang bagi para pengunjung. Letak kolam renag yang dikelilingi oleh beberapa pondok-pondok model baruga, serta patung-patung eropa bergaya klasik, dan juga kolam ikan koi, menajdikan mandi dan berenang di kolam renang-nya menjadi sangat mengasyikkan. Namun ternyata, Kolam Renang di Wisata Pantai Galesong Utara Resort itu ukurannya dangkal, hanya diperuntukkan buat anak-anak, atau maksimal anak-anak usia seukuran Sekolah Menengah Pertama. Kalau orang dewasa masuk ke dalam kolam, maka kakinya bisa mencapai dasar kolam, dan airnya hanya setinggi perut saja.
Namun para
sahabat-sahibit blogger tidak usah khuatir, untuk orang dewasa telah disediakan
fasilitas wahana hiburan pantai lainnya berupa Jetsky, Banana Boat
dan Flying Fish. Kalau mau
bermain air sambil berbasah-basah keliling sekitar lokasi Wisata Pantai
Galesong Utara, silahkan menggunakan fasilitas tersebut. Kalaupun
sahabat-sahibit blogger sedunia belum mampu, para oleh pengelola akan
disediakan pemandu yang akan mendampingi untuk menikmati fasilitas tersebut.
Disini juga disediakan Kapal Mancing
untuk para mancing mania.
Jikalau ternyata
sahabat-sahibit blogger se-dunia enggan menikmati segala wahana yang ada, dan
hanya ingin bersantai rest dan relax, maka oleh pihak pengelola Wisata Pantai Galesong Utara telah menyediakan
puluhan kursi malas
terbuat dari kayu yang diletakkan di antara pohon-pohon kelapa sepanjang tepi
pantai.
Sambil merebahkan diri, bermalas-malasan kita dapat menikmati keindahan sunset di lokasi Wisata Pantai Galesong Utara. Apalagi sambil menikmati secangkir kopi atau secangkir the, bersma sepiring Pisang Goreng dan Kandoang. Rasa-rasanya semua hutang piutang menjadi terlupakan.
Salah satu kekurangan
dari Wisata Pantai Galesong Utara adalah tidak
adanya rambu-rambu penunjuk arah ke lokasi Wisata Pantai Galesong Utara. Hanya satu yang saya lihat, berupa
papan besar di tepi jalan yang menunjukkan arah ke lokasi Wisata Pantai
Galesong Utara. Selain itu, tidak ada sama sekali. Dan konon kabarnya karena
tak adanya rambu-rambu itu, sehingga banyak yang mencoba masuk ke lokasi dengan
terlebih dahulu menuju ibukota
Kabupaten Takalar, sehingga akhirnya mereka nyasar tersesat tak tahu
lagi mau ke arah mana, hingga akhirnya mereka pulang kembali kerumah. Dan itu
juga yang saya alami saat pertama kali hendak berkunjung ke lokasi Wisata Pantai Galesong Utara (10 Mei
2013).
Untunglah, saat saya
sudah memasuki ibukota kabupaten Takalar, saya menghubungi seorang teman yang
berdomisili di Kabupaten Takalar
dan menanyakan di mana lokasinya Wisata Pantai Galesong Utara, dan dijelaskan
oleh teman tersebut bahwa lebih mudah dan lebih dekat bila saya hendak kesana
dengan melalui jalan Metro Tanjung
Bunga di kawasan GTC Tanjung Bunga. Segeralah saya berbalik arah kembali
ke Kota Makassar, dan mengendarai motorku menuju lokasi Wisata Pantai Galesong Utara dengan melalui jalan Metro Tanjung Bunga.
Meskipun potensi
wisata yang ada di Wisata Pantai Galesong Utara ternyata dimiliki
oleh pihak swasta, dan pemerintah Kabupaten Takalar sendiri ternyata belum
memikirkan atau belum punya perhatian untuk melirik dan memikirkan serta
mengelola potensi wisata pantai yang sangat banyak terdapat di Kabupaten Takalar, Kita seharusnya
tetap bersyukur, bahwa ternyata masih ada pengusaha-pengusaha swasta yang mau
ikut memperhatikan serta melirik potensi wisata pantai tersebut. Walaupun hal
itu tidak terlepas dari urusan bisnis semata. Dan diharapkan hal ini dapat
menunjang Kabupaten Takalar sebagai salah satu destinasi wisata pantai yang ada
di Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar